Thursday, November 16, 2017

TENSIMETER

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada system sirkulasi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirn
ya darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena, sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap.1 Jika sirkulasi darah menjadi tidak memadai lagi, maka terjadilah gangguan pada system transportasi oksigen, karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Di lain pihak fungsi organ-organ tubuh akan mengalami gang uan sepertigangguan pada proses pembentukan air seni di dalam ginjal ataupun pembentukan cairan cerebrospinalis dan lainnya. Terdapat dua macamkelainan tekanan darah darah, antara lain yang dikenal sebagai hipertensiatau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah.1Hipertensi telah menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak Negaradi dunia, karena hipertensi seringkali menjadi penyakit tidak menular nomor satu di banyak negara.
2.     Rumusan Masalah
·        Pengertian tekanan darah
·        Prinsip Dasar tensimeter
3.     Tujuan
Agar mahasiswa dapat memahami prinsip dasar sehingga bisa mengetahui dari mana mendaptkan hasil tekanan darah.
BAB 2
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Tekanan Darah
a.       Definisi Tekanan
               Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Ada pula pengertian lain dari tekanan, Tekanan adalah gaya yang bekerja pada permukaan benda tiap satuan luas, dirumuskan.F = P / A.
           Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan, yaitu volume atau isi dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhunya akan semakin tinggi pula. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di daerah pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi. 
b.      Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan parameter yang dapat menunjukkan beberapa kelainan yang terjadi pada tubuh manusia. Alat pengukur tekanan darah atau yang juga biasa disebut dengan tensimeter dan sfigmomanometer biasa digunakan oleh para praktisi kesehatan untuk mengetahui kondisi tekanan darah pasiennya. Cara kerja alat pengukur tekanan darah ini sebenarnya cukup sederhana. Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah sama dengan U-Tube Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang berisi cairan yang disebut cairan manometrik untuk menentukan tekanan cairan lainnya yang akan diukur. Dan berikut penjelasan singkat bagaimana cara kerja alat pengukur tekanan darah
Pengertian Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik – Tekanan pada dinding arteri selama fase detak jantung ketika kontraksi otot jantung dan memompa darah dari bilik ke dalam arteri disebut tekanan sistolik. Tekanan pada dinding arteri ketika otot jantung mengendur dan memungkinkan ruang untuk diisi dengan darah disebut tekanan diastolik.
Tekanan darah adalah kata yang umum yang digunakan untuk merujuk tekanan darah pada arteri. Sirkulasi darah terutama dilakukan oleh jantung, yang bertindak sebagai pompa. Ketika jantung memompa, darah akan dipaksa diarahkan ke aorta (pembuluh utama dimulai dari ventrikel kiri jantung untuk memberikan darah ke organ); ketika darah bertekanan memasuki aorta itu memberikan tekanan pada dinding, dan aorta memiliki kapasitas elastis untuk memperpanjang dan sedikit gembung.
c.       Klasifikasi Tekanan Darah 
Tekanan darah merupakan salah satu pengukuran yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karena Tekanan darah yang tinggi atau Hipertensi  dalam jangka panjang akan menyebabkan perenggangan dinding arteri dan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Pecahnya pembuluh darah inilah yang menyebabkan terjadinya Stroke. Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh Tekanan darah tinggi diantaranya adalah Stroke, Penyakit Jantung, Penyakit Ginjal dan Aneurisma.
Pada umumnya Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi tidak menunjukan gejala ataupun tanda-tanda yang berarti sehingga seorang penderita Hipertensi sangat sulit untuk mengetahui apakah dirinya mengalami tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk memeriksa Tekanan darahnya secara rutin dan berkala.
Terdapat 2 (dua) pengukuran penting dalam Tekanan darah, yaitu Tekanan Sistolik dan Tekanan Diastolik.
  • Tekanan Sistolik (Systolic Pressure) adalah Tekanan Darah saat Jantung berdetak dan memompakan darah.
  • Tekanan Diastolik (Diastolic) adalah Tekanan darah saat Jantung beristirahat di antara detakan.
Kategori
Tekanan Sistolik, mm Hg
Tekanan Diastolik, mm Hg
Hipotensi
< 90
< 60
Normal
90 – 119
60 – 79
Prehipertensi
120 – 139
80 – 89
Hipertensi Tingkat 1
140 – 159
90 – 99
Hipertensi Tingkat 2
160 – 179
100 – 109
Hipertensi Tingkat Darurat
≥ 180
≥ 110


Klasifikasi Tekanan Darah untuk Orang Dewasa
Berdasarkan Tabel Klasifikasi Tekanan Darah diatas, Tekanan Darah yang Normal adalah berkisar antara 90mmHg sampai 119mmHg untuk Tekanan Sistolik sedangkan untuk Tekanan Diastolik adalah sekitar 60mmHg sampai 79mmHg. Tekanan darah dibawah 90/60 mmHg dikategorikan sebagai Hipotensi (Hypotension) atau Tekanan Darah Rendah, sedangkan diatas 140/90mmHg sudah dikategorikan sebagai Tekanan Darah Tinggi  atau Hipertensi (Hypertension).
Pada umumnya, setelah dokter maupun perawat memeriksa tekanan darah kita, mereka akan memberitahukan kepada kita hasil pengukuran Tekanan Darah dengan menyebutkan Tekanan Sistolik dan Tekanan Diastoliknya baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya 120/80. Dari contoh angka tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa Tekanan Sistolik adalah 120mmHg dan Tekanan Diastolik adalah 80mmHg.
Untuk mencegah Tekanan Darah Tinggi, kita perlu menjalani gaya hidup sehat dengan menghindari atau berhenti merokok, mengurangi konsumsi Garam dan Natrium yang berlebihan, membatasi konsumsi Alkohol, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan yang berserat tinggi (sayur dan buah) serta rutin berolahraga.
Faktor yang mempengaruhi tekanan darah
Faktor-faktor yang menentukan tekanan darah adalah :

- Faktor Fisiologis :
a. Kelenturan dinding arteri
b. Volume darah, semakin besar volume darah maka semakin tinggi tekanan darah.
c. Kekuatan gerak jantung
d. Viscositas darah, semakin besar viskositas, semakin besar resistensi terhadap
aliran.
e. Curah jantung, semakin tinggi curah jantung maka tekanan darah meningkat
f. Kapasitas pembuluh darah, makin basar kapasitas pembuluh darah maka makin tinggi tekanan darah.

- Faktor Patologis:
a. Posisi tubuh : Baroresepsor akan merespon saaat tekanan darah turun dan berusaha menstabilankan tekanan darah
b. Aktivitas fisik : Aktivitas fisik membutuhkan energi sehingga butuh aliran yang lebih cepat untuk suplai O2 dan nutrisi (tekanan darah naik)
c. Temperatur : menggunakan sistem renin-angiontensin –vasokontriksi perifer
d. Usia : semakin bertambah umur semakin tinggi tekan darah (berkurangnya elastisitas pembuluh darah )
e. Jenis kelamin : Wanita cenderung memiliki tekanan darah rendah karena komposisi tubuhnya yang lebih banyak lemak sehingga butuh O2 lebih untuk pembakaran
f. Emosi : Emosi Akan menaikan tekanan darah karena pusat pengatur emosi akan menset baroresepsor untuk menaikan tekanan darah
2.      Prinsip Dasar U-Tube Manometer
U-Tube manometer dapat digunakan untuk mengukur tekanan dari cairan dan gas. Nama U-Tube diambil dari bentuk tabungnya yang menyerupai huruf U seperti pada gambar di bawah ini. Tabung tersebut akan diisi dengan cairan yang disebut cairan manometrik. Cairan yang tekanannya akan diukur harus memiliki berat jenis yang lebih rendah dibanding cairan manometrik, oleh karena itu pada alat pengukur tekanan darah dipilih air raksa sebagai cairan manometrik karena air raksa memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan berat jenis darah. Berikut skema pengukuran tekanan menggunakan manometer.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUK8a8uCriZeg_PjfvEAoxs5I6haEF1ViMZNTZY-W3hq4pFZzJi_GPImlYsIM6Tyaji6aFinIIW6Tp4CzgPJM5Xs2WmBo6qndFGrfaa8uRLOMUXOVgmKQM_eM8Jf8Ah9zem8Ik71ivmbiy/s320/U-Tube+Manometer.gif


Tekanan dalam fluida statis adalah sama pada setiap tingkat horisontal (ketinggian) yang sama sehingga:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAJoYiOFCidPwqG_dzLkwSjw1l-KlXh90bdKmIbRmCoLiOgkcT28AzlB9hEI3e7QIh8ssn4ThOk9Hdj9xM8IX7zG7a9IZ97Q-NID39YDX0EWj1fDRK-QBhytKzne8eRgL61QB210voijX_/s1600/Persamaan+1.png
Untuk lengan tangan kiri manometer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ3PgamQy-VObabBQV_47soLR5Y2TLStqn2LRBjrP3pg9AIlfsixGzcUEzs0264sZUP5FFppnkkSBOXbp7-qInb05MrpG6YG3IYjpUwKLDPho3UuQVC9f5ZkekioOfSIoO8Nar99RRMLI3/s400/Persamaan+2.png
Untuk lengan tangan kanan manometer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4nJx_AK4uIBdU71TstiI4EaExoLJ95fK8kkas7CuL-cIywKQFco5Awr2pqUj5g7yHN0FdZHE7EeTPXjizeOXZW7PkTjDDZrVsJMxycg-V2P-TpMZtZBpGJiEdcECslkMSodZjih1NuoZB/s400/Persamaan+3.png
Karena disini kita mengukur tekanan tolok (gauge pressure), kita dapat menghilangkan PAtmosfer sehingga
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3BYm4AmTbCjKvTISNg4Chqpf7h725_wQhmvbLM5AOkO7FzgFuhHEupqQo2hHmER-P69zo_rg2bv2RjBVJy8ZAbPH7pVJe-lOTjOqbsx9fBexAION-pkkicmLqkKvcGiVplIzkZhZFZjVn/s1600/Persamaan+4.png
Dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tekanan pada A sama dengan tekanan cairan manometrik pada ketinggian h2 dikurangi tekanan cairan yang diukur pada ketinggian h1. Dalam kasus alat pengukur tekanan darah yang menggunakan air raksa, berarti tekanan darah dapat diukur dengan menghitung berat jenis air raksa dikali gravitasi dan ketinggian air raksa kemudian dikurangi berat jenis darah dikalikan gravitasi dan ketinggian darah.

3.      Prinsip Dasar Tensimeter
 

Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah (tensimeter) sama dengan U-Tube Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang berisi liquid statik untuk menentukan tekanan.
Yang terdiri dari:
-          Manset
-          Bulb dan valve
-          Measure Unit (Air raksa, manometer, dan LCD)
Manset dipasang ‘mengikat’ mengelilingi lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan di atas tekanan arteri lengan (brachial) dan kemudian secara perlahan tekanannya diturunkan. Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom (tabung manometer) menunjukkan peak pressure (systolic) dan lowest pressure (diastolic).
Pasien diposisikan di tempat yang nyaman, kemudian cuff untuk menahan aliran darah, dan bulb memompa, valve adalah katup untuk melonggarkan dan menguatkan bulb ketika memompa. Pada saat memberi tekanan pada cuff bulb juga memberi tekanan pada measure unit sehingga kita bisa melihat hasil tekanan darah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnocoDDFvgw8-UUiVWR3r2o4eUrHFR881N53ke8NtcTMZQ4MRZ5ZiwWRYi4I8MdUhDDKcX2CbjtBXz8ChW2z1KzuOPVoa_1KwmOI9ixp4hv9v1tBM3bY8_5CWwDJrZSoUF2UwY4C2ivpfG/s320/blok+diagram+tensi.jpg
            Keterangan:
Pasien : Objek yang akan diperiksa tekanan darahnya
Cuff : manset yang berfungsi menahan laju aliran darah
Bulb & valve : memberi tekanan udara pada cuff dan air raksa
Measure unit: tempat air raksa dan melihat salit pengukuran tekanan darah

Pengoperasian (SOP)
ü  Pemeriksa memasang kantong karet terbungkus kain (cuff) pada lengan atas.
ü  Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam.
ü  Kantong karet kemudian dikembangkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya. Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti sementara.
ü  Udara kemudian dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat udara.
ü  Saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal yang harus diperhatikan pemeriksa. Pertama, jarum penunjuk tekanan, kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.
ü  Seiring dengan terus turunnya tekanan udara, bunyi denyut yang terdengar lewat stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan diastolik.






BAB III
PENUTUP

1.     KESIMPULAN
Tensimeter adalah alat pengukuran tekanan darah sering juga disebut sphygmomanometer. Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah (tensimeter) sama dengan U-Tube Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang berisi liquid statik untuk menentukan tekanan. Manset dipasang ‘mengikat’ mengelilingi lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan di atas tekanan arteri lengan (brachial) dan kemudian secara perlahan tekanannya diturunkan. Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom (tabung manometer) menunjukkan peak pressure (systolic) dan lowest pressure (diastolic).


2.     SARAN
Setelah membaca makalah ini mahasiswa di harapkan dapat memahami prinsip dasar tensimeter.







No comments: